Menara Prima 1, 8th Floor
Kawasan CBD Mega Kuningan, Setiabudi,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12950
+62 811-1555-119
E-mail: mountaineeringfed.indonesia@gmail.com
fmi.pengurusbesar@gmail.com

FMI di Gebyar Acara Indofest 7 - 10 Maret 2019

Gebyar acara Indofest Minggu silam, 10 maret 2019 Federasi Mountaineering Indonesia turut serta meramaikan acara tersebut. 

Penjualan alat-alat petualangan dan pameran beberapa operator dunia petualangan serta organisasi petualangan di Indonesia cukup meriah. Padatnya pengunjung yang datang menjadi kemeriahan tersendiri di Acara Indofest 2019 yang digelar dari tanggal 7 maret hingga 10 maret 2019. Tak ketinggalan Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) sebagai salah satu Organisasi yang turut serta meramaikan di Indofest 2019 menampilkan permainan edukasi mengenai pemahaman menyusun peralatan, permainan pengenalan kompas, permainan pengenalan 8 simpul tali, selain itu FMI juga mengadakan games testimoni melalui media sosial mengenai pemahaman diri sendiri tentang Responsible Mountaineer, serta IG Photo Contest. 







 

Acara cukup meriah, untuk permainan diatas FMI memberikan hadiah yang lumayan, beberapa produk seperti tenda, sleeping bag, dan beberapa lainnya ternyata mampu menyedot beberapa pengunjung ikut ambil bagian dalam permainan.

Sementara itu di penghujung acara, FMI juga mengadakan Talkshow dengan Tema Responsible Mountaineer yang dipandu oleh Wisnu dengan nara sumber Bapak Mayjen Mar. Purn. Buyung Lalana sebagai ketua umum FMI periode 2019 - 2023, Adiseno salah satu pendaki legenda di Indonesia yang juga merupakan anggota dewan penasehat FMI, Dr. Iqbal yang juga merupakan pengurus PB FMI serta Dwi Bahari A yang merupakan Sekjen PB FMI, acara talkshow berjalan cukup meriah dikarenakan diakhir acara ditutup dengan pembagian doorprize dan hadiah dari permainan sebelumnya.









Responsible Mountaineer Testimonials - INDOFEST 2019

Kompetisi interaktif Angket Tentang Responsible Mountaineer dalam rangka Indofest 2019 sudah berakhir. Ini adalah kandidat Terbaik untuk masing - masing : 

1. Kategori " Responsible Mountaineer Versi Anda " 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
2. Kategori " Input Festival Responsible Mountaineer " 
 



 



Kegiatan MUNASLUB & RAKERNAS PB FMI 2018

Tujuan Kegiatan 

Munaslub diadakan karena urgensi Kelanjutan Kepemimpinan PB FMI dikarenakan Ketua Umum PB FMI periode 2013-2017 telah meninggal dunia dan diteruskan oleh Wakil Ketua Umum sebagai PLT Ketua Umum selama periode 2018. Rakernas disegerakan setelah Munaslub agar penyusunan program dan target FMI bisa segera dibakukan ditahun berikutnya.



Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang kemudian diikuti Sambutan Pembukaan Acara oleh Panitia. Kemudian Pengukuhan Ketua Umum Terpilih PB FMI Periode 2019-2023 yaitu Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana oleh perwakilan Kementrian LHK – Bapak Tandya Cahyana – Direktur BPEE – LHK RI. Setelah selesai, Pengukuhan Pengurus Besar oleh beberapa Perwakilan di atas panggung, Sebagai Symbolis, Pemecahan Batu Es oleh Kapak dijadikan Peresmian Pengukuhan Pengurus Besar FMI Periode 2019-2023 secara resmi.

Setelah istirahat sebentar, acara dilanjutkan dengan Pembukaan sekaligus Pengarahan oleh Ketua Umum Terpilih Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana kepada seluruh peserta Rakernas FMI 2018 yang di hadiri oleh 2/3 Perwakilan Pengprov FMI

Rakernas dimulai dengan pembagian Komisi sbb : 


A. Membahas perihal Organisasi, Keanggotaan dan Kemitraan
B. Membahas dan berdiskusi memberikan rekomendasi kegiatan-kegiatan/program FMI 4 tahun ke depan.

Acara diakhiri dengan pemaparan hasil Komisi yang kemudian dikukuhkan dalam notulensi Rakernas FMI 2018 sebagai hasil kesepakatan resmi bersama. 

Kesimpulan Rakernas :


1. Bentuk Kepengurusan PB FMI 2019-2023 secara komplit akan difinalisasi dalam bentuk SK Kepengurusan selama kurun waktu sebulan setelah Pengukuhan diacara Munaslub.

2. Perubahan AD-ART dalam Rakernas telah disepakati dilakukan dalam kegiatan Munas FMI 2019 yang akan diselenggarakan maksimal setahun setelah Rakernas. 

3. Komunikasi dan Koordinasi antara PB dan Provinsi akan dioptimalkan menggunakan WAG, Email serta video call untuk menindaklanjuti program.




9 Alasan Mengapa Kamu Sesekali Harus Mendaki

Mendaki bukanlah soal kamu sudah menaklukan sebuah gunung, namun tentang menaklukan ego, kemampuan dan emosi yang ada dalam diri sendiri,”
Saat ini banyak sekali orang yang jatuh cinta dengan dunia pendakian. Meskipun banyak orang mengaku merasa capek, letih, kaki bengkak, hingga kedinginan saat mendaki gunung, namun dari sekian penderitaan yang telah dialami oleh para pendaki gunung, ternyata ada 9 manfaat yang bisa dirasakan tubuh saat mendaki loh.
Nggak percaya? Yuk simak alasannya!

1. Para pendaki bisa memiliki jantung dan paru-paru yang kuat jika sering mendaki

Manfaat pertama yang bisa dirasakan pendaki adalah pada jantung dan paru-paru. Kamu pasti merasakan jantungmu berdetak lebih kencang saat mendaki kan? Nafasmu juga makin berat kan? Memang agak kurang nyaman sih, karena saat itu jantung dan paru-parumu sedang bekerja keras apalagi jika Kamu mendaki untuk pertama kalinya.
Secara perlahan, kegiatan seperti itu akan membentuk kekuatan pada jantung dan paru-paru.
Jika Kamu sering mendaki, secara perlahan kegiatan ini akan membentuk kekuatan pada jantung dan paru-parumu. Manfaatnya ibarat jogging mengitari lapangan sepak bola. Jika rutin mendaki, serangan jantung dan stroke akan berkurang serta suplai oksigen dan peredaran darahpun akan semakin lancar.

2. Stamina tubuhmu meningkat

Tuhan menciptakan tubuh manusia dengan cara yang istimewa, berbeda dengan barang buatan manusia. Semakin sering barang digunakan maka akan semakin cepat rusak, tapi tubuh manusia akan semakin kuat jika sering digunakan. *dalam arti tak berlebihan lho ya.
Dengan sering mendaki, stamina tubuhmu akan semakin bagus. Daya tahan tubuhmu juga semakin bagus karena dilatih untuk bertemu dengan suhu gunung yang selalu berubah.

3. Mendaki gunung bisa bikin tulangmu lebih padat dan bisa mencegah Osteoporosis

Banyak cara untuk menjaga kepadatan tulangmu, diantaranya adalah dengan cara membiasakan diri untuk berjalan kaki, naik turun tangga, dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Tiga hal itu akrab sekali dengan dunia pendakian, karena pendaki selalu berjalan dan menyusuri trek naik turun untuk bisa sampai ke puncak. Sinar matahari pagi juga jadi sarapan utama pendaki yang sering memburu sunrise. Kepadatan tulang ini sendiri bisa mencegah Osteoporosis.

4. Mendaki juga bisa meningkatkan daya ingat seseorang

“Berolahraga (termasuk mendaki gunung) dapat meningkatkan energi dan menambah serotonin dalam otak”, ujar David Atkinson
Seorang direktur dari Cooper Venture Development Program, salah satu divisi dari Cooper Aerobic Center di Dallas, Amerika Serikat pernah melakukan penelitian bahwa berolahraga termasuk mendaki ternyata mampu meningkatkan produksi hormon serotonin.
Hormon serotonin sendiri berfungsi sebagai midulator kerja otak untuk menstabilkan emosi dan meningkatkan pemahaman. Sehingga bisa dikatakan bahwa daya ingat otak akan semakin baik jika Kamu mendaki gunung.

5. Tingkat stress pada tubuh juga bisa berkurang dengan mendaki gunung

Kinerja otak berpengaruh pada tubuh. Jika otak telah penat dan stres, tubuh pun akan melemah. Dengan mendaki, pendaki bisa mengurangi stres pada otak. Why? Karena bergerak dan mengeluarkan keringat bisa memberikan efek rileks pada tubuh sehingga mampu menghilangkan stres dan membuatmu bahagia.
Bukan hanya itu saja, pemandangan hijau pada daun juga mampu membuat pikiranmu menjadi lebih tenang. Begitu juga warna biru langit dan udara gunung yang sejuk bisa membuatmu lebih nyaman sehingga strespun berkurang.

6. Menyembuhkan kanker payudara bagi perempuan

Melansir dari CNN, mendaki gunung adalah kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh khususnya dalam penyembuhan kanker. Penelitian ini telah diterbitkan oleh Internasional Journal of Sport and Medicine.
Peneliti mengukur stres oksidatif yang berperan dalam berkembang kanker pada wanita dengan kanker payudara dan pria dengan kanker prostat sebelum dan sesudah hiking. Hasilnya mengejutkan karena kativitas fisik saat mendaki ternyata mampu memulihkan dan mengobati para penderita kanker payudara. Keren ya!

7. Kaki menjadi lebih lentur

Berjalan kaki adalah cara tepat untuk mendapatkan kaki yang lentur dan kuat. Mendaki sendiri menggunakan kaki sebagai tumpuan utama. Meskipun hanya berjalan kaki menyusuri trek pendakian, namun mendaki gunung ternyata bisa membuat kakimu menjadi lebih lentur.

8. Kamu juga bisa menjaga berat badanmu kalau sering mendaki

Mendaki gunung mengharuskan seseorang untuk selalu bergerak dan berjalan. Bergerak sendiri bisa membakar kalori layaknya berolahraga. Bagi pendaki yang berbedan padat tentu bisa makin langsing jika rutin mendaki.
So, selain untuk rekreasi, Kamu juga sekalian olahraga membakar lemak dan kalori.

9. Mendaki gunung juga bisa mengurangi resiko diabetes

Diabetes merupakan suatu penyakit di mana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) sehingga mengakibatkan gula darah meningkat.
Menurut penelitian, aktivitas fisik dan makan yang teratur adalah cara terbaik untuk mengatasi diabetes. Mendaki gunung mampu menjadi pengganti aktivitas fisik sebagai pencegah diabetes. Simpel kan?

***

Banyak sekali manfaat mendaki gunung lho gaes! Kamu nggak perlu takut capek saat mendaki karena jika Kamu rutin mendaki bisa berdampak positif bagi tubuhmu.
Copy@phinemo.com

Federasi Mountaneering Indonesia ( FMI )

Kegiatan pendakian gunung di Indonesia sudah berlangsung sejak abad ke-19. Namun, meski kegiatan tersebut semakin populer, tidak ada organisasi yang mewadahi kegiatan tersebut secara nasional. Berangkat dari hal tersebut, pada tanggal 27-28 Agustus 2005 diadakanlah Sarasehan Pendaki Gunung Indonesia yang bertempat di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta. Pada 28 Agustus  2005 terbentuklah organisasi nasional pendaki gunung Indonesia yang diberi nama Federasi Mountaneering Indonesia (FMI) sebagai wadah pemersatu yang dapat menyuarakan kepentingan pendaki gunung Indonesia dengan cakupan nasional. Tidak hanya olahraga, FMI juga menyasar pada ekowisata, konservasi dan penelitian.

FMI didirikan dengan asas Pancasila, bersifat nirlaba dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik manapun. Anggotanya pun terbuka dari berbagai kalangan baik individual maupun organisasi, dengan wilayah kerja yang meliputi seluruh Indonesia. Pendanaan FMI berasal dari anggota dan sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat, serta usaha-usaha yang dijalankan secara mandiri.